CommVita

Informasi & Komunikasi Vita Agency

Menjadi Penjual Profesional

leave a comment »

Belajar adalah kunci keberhasilan. Bahkan kesalahan dan kegagalan, yang merupakan pengalaman niscaya dan insani, adalah sumber belajar yang bermanfaat jika disublimasikan sebagai motivasi untuk melakukan yang lebih baik daripada sebelumnya. Ferdinand Fournies (2003) membagikan 24 solusi yang kiranya bisa menjadi cermin bagi para penjual ketika mereka sibuk mengejar target penjualan dan karenanya justru mengabaikan proses pencapaian tujuan mereka. Hal-hal sederhana namun prinsipal yang dikemukakan Fournies mungkin sudah bersifat rutin dan otomatis dalam proses penjualan. Tetapi tak sama dengan yang sekadar bangga akan atribut, mereka yang sungguh-sungguh profesional tak pernah merasa rugi untuk terus belajar agar menjadi semakin profesional.

Mengingat kembali bahwa tujuan sehari-hari para penjual sesungguhnya bukan “menjual sesuatu hari ini” melainkan “membantu seseorang membeli sesuatu hari ini” barangkali merupakan awal yang baik untuk meningkatkan profesionalitas Anda sebagai penjual. Selamat membantu seseorang membeli sesuatu hari ini!

Menjadi Penjual Profesional – 1

  • Kenalilah produk yang Anda jual dan kompetitornya: pelajarilah produk yang Anda jual, perusahaan, pasar, produk kompetitor, dan pelanggan Anda. Kumpulkanlah informasi itu sendiri. Berubahlah menjadi seorang ahli tentang hal-hal itu.
  • Tentukan tujuan-tujuan Anda dan buatlah rencana-rencana untuk mencapai semua itu: Buatlah daftar prioritas dan peringkatkan berdasarkan seberapa besar sumbangan masing-masing untuk mencapai sukses penjualan Anda. Susunlah jenjang prioritas secara langsung dan manfaatkan waktu Anda untuk mengerjakan hal-hal terpenting lebih dulu.
  • Berlatihlah hingga sempurna dan selalulah berusaha membuktikan kemampuan terbaik Anda: Seorang aktor yang telah memainkan sebuah lakon Shakespeare selama 30 tahun tidak pernah mengubah perkataannya; yang ia lakukan sekadar mengucapkannya secara lebih baik setiap kali tampil. Hal yang sama berlaku pula dalam menjual.

Mulailah dengan situasi dan strategi – 2

  • Lihatlah hingga kedalaman mata pelanggan: Untuk mengetahui perhatian pelanggan, semua pertanyaan yang Anda sampaikan hendaknya memenuhi tiga kategori ini:
    • Serangkaian fakta tentang aspek-aspek terukur yang ada dalam situasinya
    • Pendapatnya sendiri tentang dambaan dan kebutuhan-kebutuhannya
    • Upayakan agar pelanggan bertindak sedemikian hingga Anda dapat mengembangkan proses penjualan
  • Ciptakanlah strategi penjualan: Bila perlu gunakanlah cara pendekatan tidak umum yang dalam banyak kesempatan justru membuahkan strategi penjualan tersingkat dan menghasilkan penjualan dengan hanya beberapa kali pertemuan.
  • Arahkanlah perilaku pelanggan pada setiap perjumpaan: Arahkanlah secara bertahap pada setiap perjumpaan, sehingga semakin mendekatkannya kepada sukses penjualan Anda.

Mengetahui ketidaktertarikan dan kemudian menguji kebutuhan – 3

  • Analisislah situasi pelanggan dan sudut pandangnya: Sebagaimana Anda lihat, meskipun banyak pelanggan mungkin mengatakan, “Saya tidak memerlukannya,” setiap situasi berbeda. Analisis yang efektif terhadap situasi akan membantu Anda memahami posisi setiap pelanggan dan memanfaatkan strategi penjualan yang terbaik.
  • Kuasailah pikiran pelanggan: Satu-satunya cara untuk menemukannya adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bagus. Berkonsentrasilah pada informasi yang sudah Anda kumpulkan sehingga dapat membantu Anda dalam mengelompokkan pelanggan sebagai dasar untuk menerapkan strategi penjualan Anda.
  • Ungkaplah kebutuhan-kebutuhan dan peluang-peluangnya: Melalui pertanyaan-pertanyaan, bantulah pelanggan untuk mengenali kebutuhan-kebutuhan khususnya – harga yang lebih kompetitif, fungsi produk yang sudah terbukti, atau waktu servis yang lebih cepat, umpamanya – dan tunjukkan bagaimana produk Anda memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu.

Berkonsentrasilah pada pelanggan yang paling potensial – 4

  • Kualifikasikan pelanggan sebelum Anda melaksanakan presentasi: Para salesman terbaik sangat efektif dalam mengelompokkan pelanggan potensial melalui telepon sebelum membuat janji bertemu. Riwayat pelanggan secara dramatik dapat memperbesar imbalan terhadap waktu yang telah mereka manfaatkan.
  • Identifikasi pelanggan yang memiliki potensi tertinggi: Jika kualifikasi pertelepon tidak mungkin, kelompokkan atau kualifikasikan potensinya pada setiap kontak – setinggi atau serendah ukuran tertentu sebelum Anda memulai presentasi penjualan Anda.
  • Pastikan bahwa pelanggan membutuhkan produk Anda: Menghabiskan waktu untuk mencoba menjual sesuatu kepada seorang pelanggan yang tidak membutuhkannya merupakan investasi waktu yang buruk. Jika pelanggan tidak membutuhkan produk Anda, carilah orang lain.

Rencanakan penjualan ke depan – 5

Seorang pelanggan akan menjadi prospek yang sangat potensial apabila Anda memiliki produk, kondisi pembelian dan pelayanan yang lebih baik daripada kompetitor Anda, serta jaminan yang efektif untuk meminimalisasi terjadinya putus kontrak dan kehilangan pelanggan.

  • Taksirlah potensi/ peluang penjualan: Jika pelanggan baru saja membeli produk kompetitor, tanyakan apakah ia akan tetap memilih produk-produk itu dan berada dalam kontak jangka panjang dengan kompetitor Anda. Bila demikian, maka potensi penjualan Anda sekarang ini rendah.
  • Rencanakan strategi masa depan: Jadwalkan kontak-kontak terbaru untuk mempelajari pola kebutuhan dan permintaan pelanggan, kemudian rencanakan aktivitas penjualan ke depan untuk menyesuaikan diri dengan pertumbuhan kebutuhan masa yang akan datang.
  • Mantapkan hubungan dan rencanakan penjualan: Manfaatkan waktu kontak Anda sebijaksana mungkin. Mantapkan interaksi persahabatan dan buatlah rencana penjualan ke depan. Teruslah mengikuti perkembangan kepuasan pelanggan terhadap produk yang telah dimilikinya dan kebutuhan masa depannya sebagai dasar untuk melaksanakan kontak jangka panjang berikutnya.

Bukalah pikiran pelanggan Anda – 6

  • Hadirkan pandangan baru tentang problem pelanggan: Penjualan Anda sangat mudah apabila Anda memiliki produk yang dapat Anda tawarkan kepada pelanggan sebagai solusi yang tepat untuk memecahkan problemnya. Katakuncinya adalah BELAJAR.
  • Bukalah pikiran pelanggan Anda: Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah menawarkan ide bahwa mungkin ada solusi-solusi terbaru untuk memecahkan problemnya. Aturlah pertemuan dengan pelanggan untuk mendiskusikan riset yang relevan atau solusi untuk kebutuhan atau problemnya.
  • Evaluasi perolehan Anda dari waktu yang sudah Anda manfaatkan: Apabila seseorang telah memutuskan untuk tidak membeli produk yang Anda tawarkan, evaluasilah perolehan yang Anda perkirakan sebelumnya dari waktu penjualan yang sudah Anda manfaatkan. Mungkin Anda perlu menawarkan produk Anda kepada orang lain yang rintangannya tak terlalu sulit untuk diatasi.

Temukanlah kebutuhan-kebutuhan pelanggan Anda – 7

  • Jadilah konsultan pelanggan: Jangan bicara tentang solusi-solusi Anda pada awal pertemuan. Terlebih dulu yakinkan pelanggan Anda bahwa Anda ingin belajar lebih banyak tentang situasi bisnisnya.
  • Buatlah pelanggan setuju bahwa kebutuhan itu ada: Hal terpenting dalam penjualan adalah persetujuan pelanggan bahwa ia punya kebutuhan. Ketika Anda bicara tentang dunianya melalui sudut pandangnya, ia akan tahu mengapa ia harus bicara dengan Anda.
  • Rencanakan strategi penjualan Anda di sekitar problema pelanggan: Begitu Anda telah mengidentifikasi problemnya, Anda dapat merencanakan strategi penjualan terbaik (seberapa banyak kontak diperlukan) dan presentasi penjualan (CAO – Customer Action Objective – dan tindakan terencana untuk setiap pertemuan) untuk pelanggan itu.

Komunikasikan keuntungan-keuntungan kepada Pelanggan Anda – 8

  • Kumpulkan informasi untuk mengelompokkan situasi pelanggan secara tepat: Pelanggan sering keliru menganggap dirinya sendiri. Orang yang mengatakan “Saya tidak memerlukannya,” biasanya justru karena ia kurang mendapatkan informasi. Berilah beberapa pertanyaan untuk menaksir situasinya secara tepat.
  • Tampilkan keunggulan dan keuntungan produk Anda: Jadilah seorang ahli dalam hal keunggulan dan keuntungan produk atau pelayanan perusahaan Anda. Sadarilah bahwa tidak semua pelanggan sama dan hubungkan keunggulan produk dengan kebutuhan pelanggan.
  • Bantulah pelanggan untuk memahami keunggulan produk itu bagi dirinya: Untuk memastikan bahwa keuntungan-keuntungan yang Anda sebutkan itu penting bagi pelanggan Anda, tanyakanlah kepadanya – setelah setiap kali presentasi – apakah keuntungan itu bermanfaat, membantu, bernilai atau dapat mengatasi problemnya.

Mantapkanlah hubungan – 9

  • Mantapkanlah hubungan dengan setiap pelanggan sebelum Anda mulai menjual: Berlakulah bersahabat dan profesional. Tunjukkan perhatian terhadap minat pelanggan, gunakan humor, dan bicaralah sebagai orang yang sungguh-sungguh berpengetahuan tentang perusahaan yang Anda wakili.
  • Jadikan setiap pertemuan sebagai saat yang menyenangkan pelanggan: Seorang sales yang saya kenal selalu membawa permen dan menawarkannya kepada setiap pelanggan begitu mereka bertemu. Dia tidak pernah punya kesulitan untuk bertemu dengan para pelanggannya – dan banyak bertanya tentang rasa permen yang mereka sukai, bahkan sebelum mereka saling mengucapkan salam.
  • Berlatihlah untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi: Banyaklah tersenyum, aturlah kontak mata, dan pahamilah komentar-komentar pelanggan. Bersikaplah sebagai sahabat tanpa kehilangan rasa hormat. Hindarilah memberikan tanggapan negatif, termasuk penolakan dan kerutan dahi atau cemberut.

Temukanlah yang Anda inginkan untuk dilakukan oleh Pelanggan Anda – 10

  • Buatlah agar pelanggan siap untuk membeli: Bimbinglah pelanggan untuk menyadari kebutuhan atau problemnya dan bantulah dia untuk memahami akibat yang mungkin timbul jika dia tidak mengatasinya. Kemudian tampilkanlah keunggulan dan keuntungan yang tersedia pada produk Anda dan dapat membantu dia untuk mengatasi masalahnya.
  • Rencanakan yang Anda inginkan untuk dilakukan pelanggan Anda: Sebelum bertemu, tulislah pertanyaan-pertanyaan yang akan Anda sampaikan kepadanya dan berlatihlah mengucapkannya. Yang terbaik adalah pertanyaan to the point, misalnya “Dapatkah Anda membuatkan saya janji bertemu dengan Wakil Presiden?”
  • Mintalah pelanggan untuk bertindak agar penjualan Anda sukses: Jika pelanggan Anda sudah menyatakan kesiapannya untuk membeli dan Anda tidak segera memintanya bertindak (closing question), penjual yang lain mungkin akan mendapatkan keuntungan tanpa bersusah payah.

Pastikan bahwa pelanggan Anda mengerti – 11

  • Laksanakan presentasi Anda dan gunakan serangkaian pertanyaan untuk memperoleh umpan balik: Rencanakan setiap kata pada presentasi Anda dan latihan, latihan, latihan. Gunakan serangkaian pertanyaan selama presentasi Anda untuk memastikan pelanggan mengerti perkataan Anda dan betapa penting pengertian itu baginya.
  • Atasi kebingungan dan salah pengertian: Temukan sumber kebingungan pelanggan, jelaskan, dan kemudian tanyakan apakah pelanggan sudah mengerti. Jika belum, ulangi lagi penjelasan Anda.
  • Tinjau lagi alasan-alasan mengapa pelanggan mesti membeli: Jika seorang pelanggan masih memberikan jawaban yang mengambang, cobalah menggunakan pendekatan yang lebih positif dengan meninjau lagi alasan-alasan mengapa ia sebaiknya membeli. Akhiri upaya Anda dengan meminta pelanggan bertindak.

Raihlah kepercayaan melalui bukti – 12

  • Mantapkanlah kepercayaan lewat perkataan dan tindakan Anda: Kepercayaan pembeli kepada Anda dan perusahaan Anda adalah sangat penting dalam penjualan. Kepercayaan itu, apakah diperoleh hanya dalam beberapa menit maupun berhari-hari, bergantung pada perkataan dan tindakan Anda.
  • Temukanlah perhatian pelanggan dan tanggapilah: Menggunakan lima langkah proses, carilah perhatian pelanggan, tanggapilah dan kemudian tanyakan apakah Anda telah menjawab kegelisahannya.
  1. Ajukan pertanyaan untuk mengetahui keraguan, perhatian maupun ketakutan pelanggan;
  2. Yakinkan pelanggan bahwa yang jadi perhatiannya itu sangat penting;
  3. Jawablah perhatian pelanggan dan tunjukkanlah bukti;
  4. Tanyakan apakah Anda telah menjawab kegelisahannya;
  5. Mintalah kepada pelanggan untuk bertindak.
  • Gunakan bukti yang mendukung perkataan Anda: Ketika menjawab keraguan pelanggan, gunakanlah temuan-temuan riset, komentar-komentar tentangnya, dokumen, studi banding, demonstrasi dan dramatisasi, atau uji coba dan contoh untuk mendukung perkataan Anda.

Hadapilah problema yang telah diantisipasi – 13

  • Sadarilah perhatian pelanggan: Ketika seseorang memiliki perhatian, tanggapan yang benar bukanlah “Jangan khawatir.” Gunakan lima langkah proses untuk mengetahui yang sedang dipikirkan pelanggan sehingga Anda dapat mengusahakan tanggapan yang benar.
  • Hubungkan keuntungan/ keunggulan produk dengan pelanggan: Tekankan seberapa besar keuntungan pelanggan dalam waktu dekat karena dia telah membeli produk Anda dibandingkan dengan kerugian yang dideritanya jika menunda.
  • Mintalah pelanggan untuk bertindak: Sesudah menanggapi perhatian pelanggan, selalu tanyakan, “Apakah ini menjawab pertanyaan Anda?” Jika belum, cobalah lagi. Jika sudah, mintalah pelanggan untuk melakukan tindakan yang memajukan langkah penjualan Anda.

Atasilah rintangan pembelian – 14

  • Selanjutnya, buatlah daftar perhatian pelanggan dengan tanggapan yang efektif: Termasuk perhatian yang umum tentang efek samping produk Anda, pelayanan, atau kemampuan pengalihan dan tunjukkan tanggapan terbaik terhadap setiap pertanyaan itu.
  • Tunjukkan cara-cara mengatasi aspek-aspek negatif dari pembelian: Dengan melakukannya, Anda telah mengeliminasi keraguan pelanggan. Kreatiflah! Sebagai contoh, seorang sales menciptakan pembelian bersama di antara beberapa perusahaan sehingga ia mencapai penjualan minimum yang menjadi targetnya.
  • Tekankan betapa keuntungan yang didapatnya jauh lebih besar daripada hal-hal negatif yang masih dirisaukannya: Ini adalah butir penting dari strategi penjualan Anda. Puaskanlah pelanggan dengan menunjukkan bahwa keuntungan yang diperolehnya akan dapat mengatasi kerisauannya di masa mendatang.

Mengatasi komentar negatif – 15

  • Terimalah kenyataan bahwa produk Anda tidak sempurna bagi setiap orang: Jangan sembunyikan kemungkinan kurang baiknya produk Anda tetapi juga jangan larut pada komentar negatif pelanggan. Ketika seorang pelanggan menyatakan suatu hal yang benar, katakanlah, “Saya dengar orang mengatakannya,” dan ajaklah pelanggan untuk kembali mengembangkan penjualan Anda.
  • Diamlah dan berilah waktu bagi pelanggan Anda untuk bicara: Jangan buru-buru mengira bahwa komentar negatif akan menghalangi penjualan Anda. Bahkan jika pelanggan Anda terus bicara atau menunjukkan informasi baru, teruskanlah proses penjualan.
  • Ajukan pertanyaan, jika pelanggan diam: Anda dapat bertanya apakah pelanggan akan bertindak sama atau berbeda jika Anda meneruskan penjualan Anda.

Tindaklanjuti tindakan Pelanggan Anda – 16

  • Bantulah pelanggan melaksanakan detil yang perlu: Sedapat mungkin Anda melakukan hal-hal yang semestinya dilakukan pelanggan, misalnya mengisi formulir, membawa dan mengisinya sendiri atau meminta pelanggan mengisi yang diperlukan sementara Anda bersamanya.
  • Perkirakan problem pembelian dan rencanakan cara-cara mengatasinya: Tanyakan, “Apakah ada yang Anda pikirkan agar tidak usah melakukannya sendiri?” Jika pelanggan menyebutkan hal-hal itu, diskusikan bagaimana dia dan Anda dapat bekerjasama mengatasi masalahnya.
  • Bantulah pelanggan untuk mematuhi janji dengan mengingatkannya secara bersahabat: Jangan mengira bahwa pelanggan pasti akan mematuhi janjinya. Lakukan sesuatu untuk membantunya mengingat, misalnya mengirimkan kartu ucapan disertai peringatan.

Mengatasi problema berdasarkan prioritas – 17

  • Cobalah untuk mengubah prioritas: Tawarkan kepada pelanggan Anda gagasan tentang prioritas yang semestinya diubah. Untuk melakukannya, bantulah juga agar pelanggan dapat memahami nilai perubahan itu atau menemukan solusi tentang problema yang diprioritaskan.
  • Bantulah pelanggan untuk mengerti nilai pilihan itu: Tunjukkan penghematan atau keuntungan dari perubahan yang dilakukan terhadap prioritasnya.
  • Temukan solusi tentang problema yang diprioritaskan: Bantulah pelanggan Anda bergerak di seputar problema yang diprioritaskan dan temukan orang lain di lingkungannya yang dapat membantu Anda.

Bimbinglah Pelanggan Anda untuk memutuskan pembelian – 18

  • Ajukan pertanyaan untuk membantu mereka mengerti kebutuhan-kebutuhan mereka: Para pelanggan dapat memutuskan pembelian lebih baik jika mereka mengerti dengan jelas kebutuhan-kebutuhan mereka. Ajukan pertanyaan-pertanyaan untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan pelanggan sebelum melakukan perbandingan produk.
  • Bantulah mereka membuat perbandingan produk untuk mengeliminasi kebingungan: Didiklah diri Anda tentang produk-produk kompetitor Anda. Mampukan diri Anda untuk menjelaskan perbedaan-perbedaan keunggulan, keuntungan dan syarat-syarat pembelian.
  • Hubungkan keuntungan/ keunggulan produk dengan kebutuhan pelanggan: Ketika meringkas presentasi Anda, selalu tunjukkanlah betapa produk itu secara tepat memenuhi kebutuhan pelanggan.

Bekerjalah dengan para pembuatan keputusan, langsung maupun tak langsung – 19

  • Berhubungan dengan orang yang memutuskan pembelian: Satu di antara sebab-sebab utama mengapa sales tidak sukses menjual adalah karena mereka tidak berhubungan dengan pembuat keputusan. Temukanlah siapa yang membuat keputusan pembelian dan berhubunganlah dengannya.
  • Temukan cara-cara kreatif untuk menghubungi pembuat keputusan: Misalnya, mintalah agar manajer Anda membantu jika si pembuat keputusan tidak mau menemui Anda. Atau undanglah dia bersama beberapa orang penting lain untuk menghadiri acara spesial yang memperkenalkan produk Anda – dan kirimkan undangan resmi.
  • Jika terpaksa harus dilakukan, kirimkanlah secara bertubi-tubi proposal Anda untuk suatu saat dapat menarik perhatiannya: Sertakan pada kurir Anda berkas-berkas yang perlu, sajian keuntungan dan tanggapan-tanggapan yang efektif dari para pelanggan Anda.

Bantulah Pelanggan Anda agar membeli dengan teliti – 20

  • Kelola penjualan agar dapat membantu pelanggan untuk membeli: Bagian dari pengelolaan penjualan adalah melindungi pelanggan dari kesalahan pembelian. Jawablah pertanyaan-pertanyaan secara jujur, namun tetaplah memberi mereka informasi yang mereka butuhkan untuk mengarahkan mereka kepada keputusan pembelian yang baik.
  • Berilah informasi kepada pelanggan untuk memutuskan pembelian: Jika pelanggan tidak mau mengikuti saran Anda ketika membeli produk Anda dan Anda tahu bahwa ia melakukan kesalahan, peringatkan dia secara tertulis agar dapat Anda simpan pula sebagai bukti bahwa Anda sudah berusaha melakukan hal yang benar.
  • Gunakan analisis pelanggan untuk membantunya menghindari kesalahan: Anda akan mendapatkan penjualan berulang lebih banyak lagi dengan membantu para pelanggan menghindari kesalahan pembelian. Maka, buatlah analisis pelanggan secara lengkap!

Utamakan kepuasan, sebelum dan sesudah penjualan – 21

  • Klarifikasikan perubahan-perubahan, perlengkapan, dan biaya yang berkaitan dengan pembelian: Termasuk harga pembelian yang pasti, perlengkapan yang menyertai produk dan pelayanan yang berhubungan dengan produk.
  • Rencanakan hal-hal yang harus dilakukan pelanggan untuk memanfaatkan produk: Buatlah semudah mungkin, namun menunjukkan setiap langkah yang perlu dalam jalur yang benar.
  • Tindaklanjuti dengan memastikan bahwa produk dimanfaatkan secara benar: Yakinkan bahwa baik pelanggan Anda maupun pelayanan Anda mengikuti rencana Anda. Jika hal itu tidak terjadi, libatkan diri Anda dan temukan cara-cara untuk mengatasi masalah. Kelolalah penjualan Anda, maka Anda tidak akan hangus.

Memfasilitasi negosiasi – 22

  • Bantulah pelanggan untuk menghindari keputusan pembelian yang buruk: Jangan mengira ia serba tahu tentang bernegosiasi. Temukan latar belakang dan pengalaman pembeliannya dan bantulah dia untuk mengambil keputusan pembelian yang baik.
  • Klarifikasikan harga dan proses pembelian produk Anda: Bantulah pelanggan bernegosiasi dengan menjelaskan bagaimana harga dapat berubah sesuai sikon tertentu dan jumlah yang dimintanya.
  • Tinggalkan penjualan yang tidak menguntungkan: Beberapa pelanggan tidak tahu kapan mereka semestinya berhenti menawar. Anda dapat memberi mereka penawaran terbaik, tetapi mereka pasti akan meminta lebih. Tujuan penjualan adalah keuntungan, bukan penjualan dengan banyak biaya alias rugi.

Bertindak bersama – 23

  • Ingatlah bahwa penjualan adalah pengelolaan pembelian: Tujuan sehari-hari Anda semestinya bukan “menjual sesuatu hari ini”, melainkan “membantu seseorang untuk membeli sesuatu hari ini”.
  • Analisislah setiap upaya penjualan untuk meningkatkan daya gunanya di kemudian hari: Dalam melakukannya, Anda akan mampu mengulangi sukses dan menghindari melakukan hal-hal bodoh sekali lagi dan lagi.
  • Gunakan penuntun penjualan profesional guna meningkatkan penjualan Anda: Professional Selling Guide akan membantu Anda untuk memerhatikan tindakan-tindakan kritis yang mengantar keberhasilan penjualan ke hadapan Anda. Penuntun itu akan membimbing Anda mempersiapkan penjualan berikut analisisnya sebagai kunci menuju profesionalisme dan peningkatan secara terus menerus.

Commit to CAN I! – Constant And Never-ending Improvement. (Anthony Robbins) – 24

Sumber:

Ferdinand Fournies (2003). Why Customers Don’t Do What You Want Them To Do, 24 Solutions to Overcoming Common Selling Problems. McGraw-Hill.

Catatan:

  1. EFC Vita Agency dapat mengunduh versi PowerPoint di halaman VitaInterna – berkas Seller.pptx yang dilengkapi dengan ilustrasi dan gambar penjelas.
  2. Versi cetak artikel ini dapat diunduh di halaman VitaExterna – berkas Menjadi Penjual Profesional.pdf
  3. Artikel ini saduran bebas dan ringkas dari buku tersebut sebagai bahan belajar sendiri dan di kalangan terbatas, tidak untuk diperjualbelikan. Semoga bermanfaat!

Written by commvita

8 Februari 2010 pada 10:01

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: