CommVita

Informasi & Komunikasi Vita Agency

Key Person Insurance

leave a comment »

Tujuan utama berbisnis adalah mendapatkan keuntungan yang optimal dari bisnis yang berkelanjutan. Yang menghasilkan keuntungan dalam bisnis bukan hanya capital asset atau aset fisik seperti mesin, melainkan juga dan terutama adalah employee, manusianya sendiri. Banyak pebisnis yang mengasuransikan seluruh mesin di pabriknya karena menyadari bahwa produksi pabrik sangat bergantung pada mesin produksi. Kegagalan mesin berarti kegagalan produksi dan kegagalan produksi berarti rugi.

Secara rutin setiap tahun pebisnis mengasuransikan rumah dan pabriknya dengan Asuransi Kebakaran.

Namun, apakah seluruh penopang bisnis sudah diasuransikan terhadap ‘kegagalan manusia’ seperti terhadap kegagalan mesin dan atau musibah/ bencana? Pada umumnya pengambilan keputusan mengasuransikan key person dilakukan secara lebih berhati-hati ketimbang mengasuransikan rumah dan pabrik maupun properti lainnya.

Banyak pebisnis yang sulit membangun keyakinan untuk mengasuransikan seorang profit maker dalam menjalankan bisnisnya.

Padahal, tingkat kemungkinan kematian pegawai lebih tinggi daripada kebakaran gedung. Pegawai berusia 44 tahun berkemungkinan meninggal 14 kali lebih besar daripada kemungkinan kebakaran gedung, sedangkan yang berusia 50 tahun berkemungkinan 17 banding 1 (Kemungkinan Kejadian Setiap 1000 orang, LUTC, The American College).

Siapakah key person itu?

Key person adalah pemilik bisnis (business owner) sendiri dan atau key employee yang memberikan kontribusi besar dalam pencapaian keuntungan bisnis. Dengan skill yang dimilikinya, pengalaman di bidang keahlian khusus dan kemampuan yang baik untuk mengelola bisnis, cacat total tetap atau meninggalnya seorang key person sangat jelas berpotensi mengurangi (a) keuntungan dan (b) menurunkan kepercayaan/ keyakinan.

a. Kehilangan profit

Profit perusahaan bergantung pada skill dan pengalaman managerial atau bidang keahlian khusus yang dimiliki key person. Kematian atau ketidakmampuan menjalankan perannya karena sakit maupun cacat total tetap akan memengaruhi pendapatan perusahaan sekaligus meningkatkan biaya untuk:

  1. mempekerjakan orang baru berikut biaya iklan,
  2. gaji yang lebih besar,
  3. biaya pelatihan bagi pegawai baru, dan
  4. pemenuhan hak pegawai yang diganti.

b. Kehilangan keyakinan

  • Para karyawan khawatir tentang kelanjutan bisnis. Jika tetap tinggal, besar kemungkinannya bisnis akan mengalami kegagalan atau – sekurang-kurangnya – produktivitas menurun.
  • Para pelanggan khawatir tentang kemampuan dan jaminan kualitas bisnis. Hal ini dapat menyebabkan mereka membatalkan pesanan.
  • Kreditor khawatir tentang kemampuan bisnis untuk membayar utang, sehingga mungkin akan membatalkan kredit bisnis.
  • Para pemasok (suppliers) akan menahan pemasokan barang-barang.

Replacement Cost

Bagaimana menentukan besarnya Uang Pertanggungan (UP) untuk seorang key person?

  • Estimasikan berapa keuntungan tahunan (annual profit) yang akan hilang apabila key person meninggal dunia
  • Selanjutnya, tambahkan biaya satu (1) tahun untuk mempekerjakan replacement bagi  key person (annual cost)
  • Jumlahkan, dan kurangi dengan gaji yang dihemat karena key person meninggal dunia
  • Terakhir, kalikan dengan jumlah tahun, perkiraan tahun yang dibutuhkan agar profit yang diperoleh sama dengan pada saat sebelum key person meninggal dunia

Partnership Insurance

Kemitraan (partnership) adalah suatu cara yang lazim ditempuh pebisnis untuk mendirikan dan menjalankan suatu usaha (bisnis). Kepemilikan saham menjadikan setiap mitra sebagai business owner. Namun, bagaimana bisnis itu dapat terus berjalan apabila salah seorang rekanan bisnis meninggal dunia?

Apabila salah seorang business owner meninggal dunia, apakah keluarganya menginginkan uang yang telah diinvestasikannya di dalam bisnis itu? Apakah mitra bisnisnya akan mampu membayar secara tunai bila ia ingin membeli saham milik yang meninggal dunia?

Pertanyaan pemilik bisnis:

Apabila aku meninggal tadi malam …

  • Siapakah yang akan menjalankan bisnisku?
  • Dari mana sumber income pasanganku?
  • Siapakah yang akan membayar utang kepada kreditor? Apakah ada pihak Rekanan Bisnis?
  • Apakah sahamku akan kujual kepada Rekan Bisnis itu?
  • Pada harga berapa saham itu akan kujual?
  • Dari mana sumber dananya?

Bagaimana agar bisnis dapat tetap berjalan?

  • Transfer kepemilikan bisnis kepada rekanan bisnis (business owner) lain apabila terjadi risiko meninggal dunia
  • Asuransi yang menyediakan Dana Cash untuk membeli saham dari pemilik bisnis yang meninggal dunia (deceased person’s share)

Pada dasarnya, seorang business owner dihadapkan pada tiga pilihan untuk dilakukan ahli warisnya, yaitu:

  • Mempertahankan bisnis (dilanjutkan oleh anggota keluarga)

  1. Siapakah dari anggota keluargaku yang akan menjalankan/ melanjutkan bisnis dari hari ke hari?
  2. Berapakah usianya sekarang? Apakah aku sudah pernah membicarakan hal ini dengannya? Bagaimana reaksi dan tanggapannya? Apakah dia berkeinginan untuk menjalankan bisnis ini?
  3. Bagaimana kapabilitas ahli waris dan pemilik bisnis yang lain?
  4. Apakah yang akan terjadi terhadap laba (profit) perusahaan di bawah manajemen baru nanti?
  5. Asumsi: jika tidak ada yang meninggal atau menjadi cacat selama lima tahun, berapa banyak keuntungan tahunan atau kerugian yang dapat diperkirakan selama lima tahun ke depan?
  6. Apabila terjadi risiko meninggal, apakah aku ingin menjamin keuntungan ini juga tetap diberikan kepada keluargaku? Untuk berapa lama? Berapa jumlah/ nilainya?
  7. Pengaturan apa yang telah kubuat untuk melihat bahwa tujuanku akan tercapai/ dilakukan oleh mitra bisnisku
  • Menjual bisnis, mungkin kepada (para) pemilik lain

  1. Kepada siapakah akan kujual sahamku?
  2. Berapa banyak saham bisnis yang akan kujual?
  3. Bagaimana metode dan ketentuan pembayarannya?
  4. Apakah metode pembayaran dan peraturan ditegakkan secara hukum?
  5. Apakah pembeli/ mitra memiliki cukup uang untuk membeli bisnis?
  6. Berapa banyak yang diperlukan?
  7. Dari mana pembeli/ mitra bisa mendapatkan uang? Di mana? Berapa harganya?
  8. Pengaturan apa yang telah kubuat untuk melihat bahwa tujuanku dapat dilaksanakan?
  • Melikuidasi, menjual aset apabila bisnis dihentikan

Dalam konteks ini, melikuidasi berarti menjual aset setelah mematikan bisnis, bukan menjual bisnis sebagai going concern

  1. Apa yang menjadi perhatian utama terhadap bisnis hari ini? Artinya, jika ada pembeli dan penjual bersedia, berapa harga jual bisnisku?
  2. Apakah aku telah menghitung jumlah rupiah kemungkinan kerugian jika bisnis terjual dalam likuidasi yang dipaksakan bukan sebagai going concern? (Jika ya, berapa besarnya kerugian?). Jika tidak, bagaimana tawaranku untuk membuat perhitungan sebagai bagian dari proses perencanaan?
  3. Apakah aku memiliki utang yang terkait dengan bisnis lain? Apakah aku ingin melewatkan/ mewariskan utang tersebut kepada ahli warisku atau membebankannya kepada mereka?
  4. Pengaturan apa yang telah kubuat untuk melihat bahwa rencanaku dapat dilaksanakan?

Bagaimana menentukan besarnya UP untuk seorang mitra bisnis?

SOLUSI

PT Commonwealth Life menyediakan layanan khusus untuk Key Person Insurance dan Partnership Insurance.

Produk paket berupa Asuransi Dasar Danatra Siaga 1 YRT Plus Asuransi Tambahan Critical Illness.

Contoh: Bapak Andy, berusia 40 tahun adalah salah seorang Key Person di perusahaan tempatnya bekerja. Perusahaan menyiapkan Key Person Insurance atas nama Bapak Andy ke PT Commonwealth Life:

  • UP Key Person Insurance sebesar Rp 2.000.000.000,-
  • UP Critical Illness sebesar Rp 1.000.000.000,-

Ilustrasi Manfaat Polis Key Person Insurance dan Partnership Insurance

Apabila Tertanggung hidup hingga Jangka Waktu Polis berakhir

Apabila Tertanggung meninggal dunia dalam Jangka Waktu Polis

Apabila Tertanggung menderita Critical Illness dalam Jangka Waktu Polis

Apabila Tertanggung menderita Critical Illness dan meninggal dunia dalam Jangka Waktu Polis

Apabila Tertanggung keluar dari Perusahaan tempat kerjanya dalam Jangka Waktu Polis

Ketentuan

Written by commvita

3 Februari 2010 pada 16:11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: