CommVita

Informasi & Komunikasi Vita Agency

Asuransi Jiwa

leave a comment »

Diakui atau tidak, terjemahan kita untuk life insurance terasa merendahkan ‘jiwa’. Aneh bahwa anugerah bebas dari Allah bagi manusia ciptaan-Nya itu perlu dijamin oleh pihak lain kecuali Sang Pencipta sendiri. Tapi mungkin kita sudah terbiasa dengan istilah itu sebiasa kita menyebut orang-orang yang sedang dirawat Rumah Sakit ‘Jiwa’ (RSJ) sebagai penderita sakit ‘jiwa’. Kalau suatu istilah sudah menjadi common parlance (salah kaprah), agaknya para ahli bahasa pun tak berminat lagi untuk mengusulkan istilah lain yang lebih tepat.

Anehnya lagi, pada umumnya orang kita lebih suka mengasuransikan nilai ekonomis propertinya ketimbang nilai ekonomis kehidupannya sendiri. Maka tak mengherankan bila pasar asuransi jiwa Indonesia dengan jumlah penduduk yang sangat besar ini masih sangat luas. Di antara negara-negara ASEAN pun, persentase penduduk yang sudah memiliki polis asuransi jiwa di Indonesia baru berada di kisaran 5%. Bandingkan dengan Singapore yang sudah mencapai 64%, Thailand 25%, dan Filipina 17%. Jumlah preminya pun masih jauh dibandingkan negara sekecil Singapore! Tapi, apakah asuransi jiwa itu sesungguhnya?

Asuransi jiwa adalah mekanisme pemindahan risiko. Pemegang polis menukarkan ketidakpastiannya dengan kepastian yang dijamin perusahaan asuransi. Sebagai ganti dari suatu kerugian yang pasti – yaitu premi – pemegang polis terlepas dari ketidakpastian tentang potensi kerugian yang jauh lebih besar sehubungan dengan kehilangan jiwa atau cacat.

Asuransi jiwa tidak spekulatif. Dalam surat kontrak (polis) tertera dan terjabarkan secara jelas hak dan kewajiban tertanggung (pemegang polis, nasabah) dan yang menanggung (perusahaan asuransi).

Asuransi jiwa tidak berunsur judi (gambling) dengan risiko atau takdir. Terjamin atau tidaknya seorang nasabah dalam asuransi sama sekali tidak mengurangi risiko yang bakal terjadi. Risiko bisa datang kapan saja, berasuransi maupun tidak. Berasuransi tidak dapat membuat lebih cepat atau lambat datangnya risiko (takdir). Asuransi ada untuk mengantisipasi kerugian/ kehilangan nilai ekonomis bagi keluarga bila risiko terjadi. Niat (naiwatu) orang yang berasuransi adalah mendapatkan proteksi, bukan keuntungan yang sebesar-besarnya. Premi yang dibayarkan tidak hilang dan bukan kerugian karena suatu saat akan diperoleh kembali.

Asuransi jiwa pada dasarnya menghimpun dana kooperatif yang menyiapkan pelayanan sosial yang bermanfaat bagi anggotanya – sesuai dengan sistem dan aturan yang berlaku – yang mengalami musibah. Lembaga asuransi adalah wadah dari dana nasabah dalam menyiapkan proteksi terhadap diri dan keluarganya.

“Life insurance is not bought because someone will die, but because someone else must go on living.”

Karakteristik yang bisa diasuransikan (Insurable Risks)

  • Kerugian yang terjadi karena ketidaksengajaan (misalnya: menderita penyakit kritis tahap akhir);
  • Kerugian yang bersifat pasti (definite), misalnya: kematian, sakit, ketidakmampuan atau cacat dan usia tua (biasanya merupakan kondisi yang bisa diidentifikasi);
  • Kerugian yang bersifat meyakinkan (misalnya: seseorang tidak mampu lagi bekerja karena suatu kecelakaan);
  • Tingkat kerugian mesti bisa diprediksi (misalnya: tingkat kematian dapat diprediksi melalui penerapan hukum bilangan besar); dan
  • Kerugian tidak mengakibatkan katastropik pada perusahaan asuransi (misalnya: kematian seseorang tidak akan menyebabkan perusahaan itu pailit).

Kegunaan asuransi jiwa

  • Proteksi terhadap kematian yang tidak terduga dan cacat; produk-produk asuransi jiwa dirancang untuk menyediakan keamanan keuangan dengan memberikan manfaat uang sebagai pengganti kerugian keuangan yang diderita keluarga karena salah seorang anggota keluarga meninggal terlalu dini atau menjadi cacat karena sakit atau kecelakaan.
  • Sebagai bentuk tabungan; asuransi jiwa juga bisa menyediakan elemen tabungan. Rekening tabungan bank hanya bisa memberikan hasil kecil di awal tabungan, sedangkan polis asuransi jiwa bisa menjamin nilai muka (face value) sejak awal. Sebagai hasilnya, pemegang polis tak perlu khawatir untuk tidak cukup menabung melalui jalur lain jika terjadi kematian awal atau cacat. Melalui pembayaran premi, asuransi jiwa juga merupakan alat terbaik mencegah pemborosan bagi kebanyakan orang, khususnya mereka yang tidak bisa menabung secara teratur.
  • Sebagai bentuk investasi; asuransi jiwa juga berfungsi sebagai alat investasi yang menguntungkan dan aman. Hasil investasi yang didapat melalui asuransi jiwa cukup menarik dan dapat bersaing dengan bentuk investasi lainnya.

Musibah dan risiko

Aset adalah segala sesuatu yang memiliki nilai ekonomi, misalnya: mobil, rumah, pabrik, keterampilan seorang mekanik, keahlian seorang dokter, dan kepiawaian seorang pengusaha. Tangible Asett: aset yang tampak (terlihat, kasat mata), seperti: mobil, rumah, pabrik atau tanah. Intangible Asett: aset yang tidak tampak (tak kasat mata), seperti: bakat, kemampuan dan pengalaman seseorang. Dalam konteks ini, hidup manusia juga merupakan aset.

Musibah adalah kejadian yang membahayakan dan atau merugikan secara tidak disengaja (tak dikehendaki). Risiko berarti adanya kemungkinan atau ketidakpastian kerugian atau kehancuran yang dihadapi oleh aset. Musibah atau risiko yang dapat terjadi pada tangible assets, misalnya kebakaran, banjir, gempa bumi, tanah longsor, mengakibatkan kerugian pada pihak-pihak yang berkepentingan. Asuransi kerugian menyediakan perlindungan terhadap risiko-risiko itu. Musibah atau risiko yang dapat terjadi pada intangible assets, misalnya kematian, sakit, cacat, mengakibatkan pihak-pihak yang bergantung kepadanya (keluarga) bisa mendadak mengalami kesulitan keuangan. Asuransi jiwa menyediakan perlindungan terhadap risiko-risiko itu.

Prinsip umum asuransi jiwa

Prinsip Nilai Ekonomi Hidup: sepanjang hidupnya manusia selalu dihadapkan pada kemungkinan risiko yang menyebabkan hilangnya atau berkurangnya nilai ekonomi hidup (kemampuan mendapatkan penghasilan).

Prinsip Kerja Sama:

  • Asuransi jiwa pada dasarnya merupakan bentuk kerja sama di antara orang-orang yang ingin menghindari atau meringankan (meminimalisasi) kerugian akibat terjadinya risiko.
  • Perusahaan Asuransi Jiwa bekerja atas dasar Hukum Bilangan Besar (The Law of Large Number).

Prinsip Aktuaria: untuk mendapatkan manfaat asuransi (Uang Pertanggungan) nasabah wajib membayar premi. Perhitungan premi menggunakan ilmu aktuaria.

Prinsip Hukum

  • Polis Asuransi Jiwa pada dasarnya merupakan perjanjian yang diperkuat oleh hukum.
  • Dua prinsip hukum pada asuransi jiwa: 1) Utmost Good Faith; 2) Insurable Interest

Itikad Baik (Utmost Good Faith): Semua data dan keterangan pihak yang melimpahkan risiko dianggap diberikan dengan itikad baik sehingga dapat dijadikan dasar bagi penerima pelimpahan risiko.

Insurable Interest:

  • Suami dan istri atas jiwa yang satu dan lainnya
  • Seseorang atas jiwa anaknya (masih di bawah umur)
  • Atas jiwa seseorang yang pada saat itu secara penuh atau sebagian bergantung padanya
  • Kreditor atas jiwa debitor
  • Perusahaan atas jiwa karyawan
  • Karyawan atas jiwa pemilik perusahaan tempat dia bekerja

Jenis polis asuransi jiwa tradisional

  • Asuransi Berjangka (Term Insurance): Uang Pertanggungan dibayarkan hanya jika kematian terjadi dalam periode masa pertanggungan asuransi masih berlaku.

  • Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole of Life): Asuransi ini menyediakan proteksi seumur hidup bila Tertanggung meninggal dunia dalam masa proteksi dan elemen tabungan Nilai Tunai setelah jangka waktu tertentu.

  • Asuransi Dwiguna (Endowment): Asuransi ini memberikan proteksi jiwa dan elemen tabungan yang lebih tinggi pada saat menebus polis atau saat jatuh tempo.

Selain itu dikenal pula polis asuransi jiwa nontradisional, berbasis pada unit-link sebagai instrumen investasi. Banyak produk asuransi jiwa unit link yang ditawarkan dengan aneka rider (asuransi tambahan) seperti pada produk asuransi jiwa tradisional.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: