CommVita

Informasi & Komunikasi Vita Agency

Kode Etik Agen Asuransi Jiwa – CommLife

leave a comment »

Profesionalisme dan Etika

Tenaga pemasaran adalah orang pertama yang biasanya ditemui masyarakat. Sehubungan dengan proses penjualan asuransi jiwa, persepsi masyarakat terhadap industri asuransi sering terbentuk dari pengalaman pribadi mereka dengan tenaga pemasaran. Maka sangat penting bahwa tenaga pemasaran harus bertindak profesional dan beretika sedemikian hingga dapat mewakili citra yang baik bagi industri asuransi secara keseluruhan.

Karakteristik Penjual Profesional

  • Melakukan tugas pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat (perform of an essensial service to society), seperti kasus berikut ini: Seorang pemegang polis meninggal, namun keluarga yang ditinggalkan tetap hidup nyaman di rumah, sebab asuransi jiwa yang dibeli memberikan dana yang dibutuhkan, baik untuk pelunasan cicilan rumah (mortgage) dan biaya hidup.
  • Memiliki kompetensi profesional yang tinggi, melingkupi aspek pengetahuan (knowledge) dan keahlian (skill). Pertama, ikut dan lulus ujian keagenan sehingga mendapat sertifikasi  agen. Kemudian melanjutkan pengembangan profesionalisme melalui studi formal, seminar, kursus-kursus, serta tanggap akan perubahan, dst.
  • Bersikap toleran terhadap kompetisi. Sebagai contoh, tenaga pemasaran tidak boleh menjelek-jelekkan tenaga pemasaran lain dan polis asuransi yang direkomendasikan. Setiap kritik kepada perusahaan lain dan polis asuransinya juga tidak boleh dilakukan.
  • Tunduk dan patuh kepada standar etik dan profesionalisme yang tinggi. Orang membeli asuransi berdasarkan kepercayaan. Kepercayaan dibangun dari kebiasaan beretika. Konsumen membeli produk yang tak berbentuk. Klien memercayai tenaga pemasaran dan manajemen perusahaan asuransi. Sikap kepedulian kepada konsumen dan tunduk serta patuh pada standar etika membuat Anda dipercayai konsumen.

Sifat-sifat Profesi Agen Asuransi

  • Memiliki kepatuhan tata cara perilaku profesional (etika).
  • Memiliki pengetahuan dan keterampilan teknik dan menerapkannya sewaktu memberikan nasihat kepada klien.
  • Memuat penghargaan (termasuk penghargaan secara emosional tatkala nasihat yang diterapkan ternyata dapat memenuhi kebutuhan klien).
  • Mendapat pengakuan di masyarakat.
  • Secara finansial memberikan keuntungan.
  • Mampu memenuhi tujuan hidup.

Penyangga Status Profesional

  1. Pendidikan. Penguasaan awal dari pengetahuan saja tidak cukup. Pengetahuan teknik harus ditingkatkan, dipelihara dan senantiasa diremajakan agar dapat mempertahankan keahlian yang menandai sebuah profesi.
  2. Etika. Pekerjaan Agen Asuransi melayani sebuah fungsi sosial yang penting. Seorang profesional yang yang menjunjung tinggi etika profesinya selalu bersikap mengutamakan kepentingan klien daripada kepentingan dirinya sendiri.

Code of Conduct

  1. Menghindari konflik kepentingan pribadi;
  2. Menghindari berlaku tidak sepatutnya (misconduct position);
  3. Menjaga informasi yang berkenaan dengan pelanggaran/ kelakuan buruk (information pertaining to misconduct);
  4. Memastikan kelengkapan dan akurasi data yang dibutuhkan;
  5. Memastikan kerahasiaan informasi;
  6. Memastikan bertindak adil pada semua pemegang polis;
  7. Menjalankan bisnis dengan itikad baik dan integritas tinggi.

Kode Etik AAJI untuk Tenaga Pemasaran

  1. Tanggung jawab tenaga pemasaran;
  2. Tenaga pemasaran sebagai pihak yang dipercayai (fiduciary);
  3. Menghormati privasi dan kerahasiaan;
  4. Pelanggaran pidana dalam melaksanakan bisnis;
  5. Salah penyampaian dan keterbukaan;
  6. Proses penjualan.

Kode Etik EFC PT Commonwealth Life

A. Umum

  1. Menjunjung tinggi kepercayaan yang diberikan perusahaan dengan bersikap ramah, sopan, tertib dan jujur dalam melaksanakan tugas/ pekerjaannya. Meningkatkan kesadaran berasuransi masyarakat dan memajukan perusahaan.
  2. Agen dilarang melakukan tugas/ pekerjaan rangkap untuk perusahaan asuransi jiwa lain.
  3. Mengutamakan kepentingan para pemegang polis dan perusahaan dengan selalu memberikan pelayanan terbaik kepada pemegang polis maupun kepada mereka yang ditunjuk untuk menerima faedah asuransi.
  4. Menggunakan cara yang layak dan tidak melanggar kode etik untuk mendapatkan/ menutup calon pemegang polis dan dengan tegas menolak segala cara yang dapat menurunkan derajat profesi aparat pemasaran asuransi jiwa, serta tidak akan memberikan pernyataan-pernyataan dan janji-janji yang menyimpang dari ketentuan polis yang ada.
  5. Berusaha meningkatkan profesionalisme sebagai seorang agen dengan menguasai berbagai hal yang menyangkut peraturan-peraturan dan perasuransian, serta secara terus menerus menambah pengetahuan, terutama yang menyangkut bidang asuransi jiwa.
  6. Memberikan keterangan yang benar dan lengkap serta tepat agar pemegang polis dapat mengambil keputusan yang sesuai dengan kebutuhannya.
  7. Berusaha menjadi suri tauladan dalam menjalankan tugas maupun sikap sehari-hari, serta senantiasa memupuk kerja sama yang positif dan konstruktif dengan rekan-rekan kerja dalam perusahaan.
  8. Menyadari sepenuhnya bahwa pelanggaran kode etik agen dapat mengakibatkan sanksi pemutusan kontrak keagenan oleh perusahaan.

B. Yang berkaitan dengan pembayaran premi

  1. Agen tidak diperkenankan untuk melakukan pembayaran premi bagi calon nasabahnya, baik dengan cara cash, transfer rekening, kartu kredit, cek/ bilyet giro atas nama pribadi, Agen/ UM/ DM/ ASM.
  2. Agen harus langsung menyerahkan premi yang diterimanya dari nasabah kepada PT Commonwealth Life dan tidak diperkenankan menahan premi tersebut dalam rekening pribadi Agen.
  3. Agen harus memastikan bahwa nasabahnya membayar premi sejumlah yang tertera pada aplikasi atau pemberitahuan premi lanjutan.

C. Yang berkaitan dengan pengisian aplikasi

  1. Agen tidak diperkenankan menjawab/ mengisi pertanyaan di dalam aplikasi dengan alasan apa pun tanpa kehadiran/ persetujuan dari calon nasabah.
  2. Agen harus memastikan kelengkapan dan kebenaran pengisian pertanyaan dalam aplikasi dengan persetujuan calon nasabah.
  3. Agen tidak diperkenankan memalsukan tanda tangan dan data tentang calon nasabah dengan alasan apa pun.
  4. Pengisian aplikasi harus dilakukan oleh nasabah atau atas persetujuan nasabah, ditandatangani dan dicek oleh UM, DM dan ASM.

D. Hal-hal yang tidak diperbolehkan

  1. Menjanjikan diskon dan kurs di luar ketentuan dari perusahaan.
  2. Membuat ilustrasi/ proposal sendiri dengan asumsi, penjelasan atau masa kontrak/ masa pembayaran premi yang menyimpang dari standar produk Commonwealth Life.
  3. Memberikan tarif selain yang ditentukan oleh Perusahaan.
  4. Memperpanjang masa pembayaran premi di luar ketentuan Perusahaan.
  5. Membuat hutang.
  6. Membuat dan mengubah atau membatalkan kontrak-kontrak yang dibuat oleh Perusahaan.
  7. Mengabaikan pembatalan.
  8. Menjamin dividen.
  9. Memberikan potongan atau menawarkan untuk memberikan potongan pada semua atau sebagian premi atau komisi untuk polis asuransi yang diterbitkan atau yang akan diterbitkan oleh Perusahaan.
  10. Membuat surat pribadi yang tidak berhubungan dengan urusan dinas dengan kop surat resmi Perusahaan.
  11. Membuat brosur dan cetakan tanpa persetujuan AD dan Manajemen Kantor Pusat.
  12. Memberikan tutupan aplikasi kepada agen lain yang tidak terlibat dengan proses penjualan.
  13. Membujuk atau berusaha untuk membujuk pemilik polis untuk menghentikan pembayaran premi atau menghentikan polis.
  14. Melanggar hukum atau peraturan sehubungan dengan penjualan asuransi jiwa.
  15. Membujuk atau berusaha membujuk Agen dan Staf Perusahaan untuk meninggalkan pekerjaannya.
  16. Melanggar peraturan Perusahaan dan kontrak Agen yang berlaku.

Perbuatan Curang (Fraud) merupakan perbuatan tidak jujur yang dilaksanakan dengan cara penipuan, melalui penyajian dengan niat jahat, dengan tujuan penggelapan, dengan penyembunyian, mencakup semua ragam cara yang dapat dipikirkan oleh setiap manusia (niat) dan yang dapat diupayakan oleh seseorang untuk mendapatkan keuntungan baik dari orang lain ataupun Perusahaan, meliputi semua cara yang salah, tidak terduga, penuh siasat, licik atau tersembunyi dan setiap cara yang tidak wajar yang menyebabkan orang lain atau Perusahaan tertipu dan mengakibatkan kerugian baik secara material maupun immaterial baik secara langsung maupun tidak langsung.”

Sanksi dari AAJI:

  • Level Manager, denda sebesar rata-rata produksi API selama tiga (3) tahun atau Rp 425 juta, mana yang lebih tinggi.
  • Level Agen, denda sebesar rata-rata produksi API selama tiga (3) tahun atau Rp 170 juta, mana yang lebih tinggi.

Sesuai Kode Etik, SE No.18/AAJI/04, tanggal 18 Februari 2004, Bab II Pasal 5 Ayat 3 dan 9.

About these ads

Written by commvita

12 Februari 2010 at 15:14

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: