CommVita

Informasi & Komunikasi Vita Agency

Jadi Agen Asuransi Jiwa? Siapa Takut!

with one comment

1) Saya bergabung dengan PT Commonwealth Life (dhi. Astra CMG) sejak tahun 1999 sebagai Executive Financial Consultant (EFC). Pada awalnya saya tidak tertarik untuk bekerja di perusahaan asuransi jiwa. Hanya karena kegigihan seorang teman yang berusaha merekrut sayalah akhirnya saya mau menjadi agen asuransi jiwa di perusahaan ini. Waktu itu saya pikir tak ada salahnya mencoba membuka prespektif baru. Anggap saja untuk menambah pengetahuan, antara lain justru karena sebagai nasabah, saya pernah dikecewakan oleh perusahaan asuransi jiwa lain. Kebiasaan sibuk sebagai pimpinan salah satu KCP sebuah bank di Malang juga membuat saya menerima status sales force CommLife sebagai pekerjaan sampingan. Sebab, setelah bank tempat saya bekerja itu berhenti beroperasi dan saya terpaksa menerima pensiun dini, saya bekerja di sebuah perusahaan florist dan dekorasi terkenal di Malang.

2) Beberapa bulan setelah bergabung dan mendapatkan serangkaian pelatihan, tampaknya pekerjaan sebagai agen asuransi jiwa cukup menarik. Perusahaan ini sangat berbeda dengan beberapa perusahaan sejenis yang saya kenal! Apalagi saya sudah telanjur menyukai pekerjaan menjual dan tiga huruf awal nama saya selalu mengingatkan untuk menerangkan Features, Advantages, Benefits setiap produk yang saya jual, sejelas-jelasnya dan selengkap-lengkapnya. Inovasi produk yang jitu juga sangat membantu kita untuk menjual, seperti dikatakan oleh Lee Ioccocca: “When the product is right, you don’t need to be a great marketer.” Ternyata, kalau mau, saya bisa! Selama melakukan proses penjualan, saya tidak pernah merasa ditolak oleh calon pelanggan yang saya persiapkan untuk membeli polis. Mereka lebih mudah diarahkan untuk melakukan pembelian jika kita menerangkan produk yang kita jual secara lengkap, benar, dan jujur.

3) Tak lama kemudian saya mendapatkan penghargaan dan diundang ke Jakarta. Hal ini menambah semangat dan rasa percaya diri sekaligus memotivasi saya untuk lebih giat bekerja. Akhirnya saya dipromosikan sebagai Unit Manager (UM), meskipun sempat saya tolak karena saat itu saya masih bekerja di perusahaan lain. Saya baru mau menerimanya setelah diizinkan mengundurkan diri oleh pemilik perusahaan tempat saya bekerja. Tak lama sebagai UM, saya ditantang oleh Bapak Joko Supriadi, Vice President wilayah timur waktu itu, untuk menerima jabatan sebagai Area Sales Manager (ASM) Kantor Pemasaran Cabang Malang. Tantangan itu saya terima karena saya memandang Pak Joko sebagai teman dan motivator yang baik. Kemudian, setelah perusahaan berganti nama menjadi CommLife dan kantor harus pindah ke tempat yang jauh lebih murah, saya berada di bawah bimbingan Ibu Betty Widorini (Victory Team). Dorongan beliau yang tegas tapi tetap lembut telah mengantarkan saya untuk berani belajar setara dengannya.

4) Sadar bahwa sesungguhnya saya bukan seorang yang terlahir pandai, saya menjadikan keberhasilan bahkan kegagalan diri sendiri maupun orang lain sebagai pelajaran yang sangat berharga. Selalu ada hikmah di sebalik kegagalan, dan mungkin juga ada segi negatif dalam suatu keberhasilan. Bagi saya, kunci keberhasilan kita dalam hidup maupun karir adalah kesediaan untuk tidak pernah berhenti belajar. Sumber belajar itu tersedia di mana-mana. Kadang-kadang, kita bisa belajar dari nasabah kita, juga rekan-rekan seprofesi kita. Menurut pengalaman saya, pelajaran yang berharga itu justru bisa saya peroleh nyaris secara gratis dan tak jarang justru lebih bernilai ketimbang aneka training berbiaya mahal. Sharing dengan kolega, mendengarkan nasihat para senior dan success-story dari mereka yang jauh lebih dulu berhasil secara spektakuler dalam waktu singkat maupun yang dirintis sejak lama dengan sabar dan tekun, bahkan cerita serunya proses penjualan yang dilakukan teman-teman selalu menarik perhatian saya. Meskipun belum pernah menjadi yang terbaik, saya selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi nasabah dan kolega saya.

5) Bicara tentang prestasi, agaknya menjadi seperti sekarang ini adalah puncak yang selain memberikan kesenangan, juga kegamangan yang harus disublimasikan sebagai tantangan, bukan bumerang. Bisa bertahan dan semakin menyukai pekerjaan sebagai sales force CommLife hingga sekarang, menurut saya sudah merupakan prestasi. Penghargaan-penghargaan yang sudah saya terima dari perusahaan selalu menjadi daya dorong untuk berbuat lebih banyak dan lebih baik. Tanggung jawab semakin besar. Selain tetap mendampingi anggota tim yang ada sekarang dan mendorong mereka untuk bersama-sama berusaha meraih keberhasilan yang lebih tinggi, saya juga harus meningkatkan rekrutmen sales forces baru. Keberadaan debutantes dalam tim akan memberikan semangat baru pula untuk berlomba menjadi yang terbaik tanpa mengalahkan sesama, apalagi dengan menghalalkan segala cara. Begitulah kira-kira spirit suatu tim yang baik. Meskipun pangsa asuransi jiwa di negeri kita ini masih terbuka sangat luas, tampaknya kita masih harus bertekun dalam upaya kolektif kita sebagai sales forces untuk mengembangsuburkan pengetahuan dan kebutuhan berasuransi jiwa. Selain merupakan konsekuensi karir, menurut saya proses penjualan polis asuransi jiwa juga mendidik diri sendiri dan orang lain untuk lebih menghargai anugerah kehidupan.

6) Sebagai seorang leader, saya memilih nasihat leluhur untuk selalu saling asih-asah-asuh dengan teman-teman satu tim. Tak ada kelebihan saya untuk dibanggakan, tetapi sebaliknya selalu ada saja kekurangan untuk dilengkapi teman-teman yang bisa saya andalkan. Di zaman sekarang metamorfosa pemimpin sebagai segala-galanya dan mengatasi semua sendiri saja tampaknya sudah layak ditinggalkan. Kata seorang sahabat, pemimpin sebuah tim sales forces hanya seorang primus inter pares, yang terutama di antara sesama, khususnya dalam hal tanggung jawab. Untuk mendorong diri sendiri dan teman-teman, saya selalu mengingat perkataan Garson Kanin: “Amateurs hope. Professionals work.” Kalau mau sukses, jangan lupa diri dalam jebakan mimpi. Setiap impian harus diraih dengan kerja, bukan omong doang, berpangku tangan dan duduk diam jadi penonton. Sejauh bisa dan memang perlu dilakukan, saya tak segan membantu teman-teman, misalnya untuk membuatkan ilustrasi, bahkan menjadi sopir mereka. Kepemimpinan itu akan tampak dan benar-benar terasa sempurna bila pelakunya seperti seorang konduktor suatu orkestra yang beranggotakan orang-orang yang punya kemauan, pengetahuan, kemampuan dan waktu secukupnya untuk bersama-sama mengerjakan bagian tugas masing-masing dan sebagai tim sebaik mungkin.

7) Setelah menjadi Agency Director (AD) pun, saya kira saya tak memerlukan strategi yang terlalu tinggi atau rumit untuk saya terapkan bersama teman-teman satu tim. Saya akan mengikuti dan melaksanakan tugas saya sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku di perusahaan ini. Kepada para leader, tidak lain: rekrut, rekrut, dan rekrut. Kepada para agen, tidak lain: jual, jual, dan jual. Apa lagi? Sesuai dengan peraturan perusahaan pula, kita harus menjalin hubungan dengan para nasabah kita dan melayani mereka sebaik-baiknya guna mempertahankan persistensi sekaligus membuka peluang yang lebih luas untuk penjualan kepada nasabah baru maupun lama. “We are here to serve even better”, bukan? Semoga dengan kerja sama semua pihak, pada waktunya nanti kita akan mencapai prestasi sebagai perusahaan asuransi jiwa yang benar-benar terbaik di Indonesia.

8) Sebagai newbie di jajaran AD, saya perlu belajar dari mereka yang sudah terlebih dulu sukses. Kalau dianggap sebagai prestasi, menjadi AD bukanlah prestasi pribadi saya, melainkan berkat kerja sama tim sehingga karenanya saya dianggap layak menjadi AD pupuk bawang. Dengan memandang jabatan AD ini sebagai amanat dari teman-teman satu tim dan kepercayaan dari perusahaan, sekurang-kurangnya saya diberi mimpi rutin untuk bisa bersama teman-teman di Malang berusaha meningkatkan prestasi masing-masing dan tim. Setiap orang boleh bermimpi dan mimpi itu akan terwujud kalau ia tak memelihara mimpinya dalam tidur, melainkan dengan rajin bekerja.

9) Tantangan terberat sebagai leader menurut saya adalah mengalahkan diri sendiri. Pengalaman sebagai pemimpin sales forces di bank dan sekarang di perusahaan asuransi jiwa menempa pribadi saya untuk memandang teman-teman sekerja sebagai mitra, bukan pesaing. Merasa benar sendiri, menang sendiri, dan semuanya serba sendiri akan menjadikan saya bukan apa-apa bagi mereka. Tidak ada masalah yang terlalu berat untuk diatasi bila semua pihak yang bermasalah tetap berkehendak baik untuk mengatasinya bersama-sama. Win-win solution adalah pilihan terbaik untuk memelihara semangat kebersamaan dalam tim. Selama ini saya cukup lega karena dalam tim kami ada kedewasaan perilaku dan mengedepankan kebersamaan yang saling membantu.

10) Saya kira dalam diri setiap orang sudah ada kehendak dan harapan-harapan pribadi yang baik. Rasanya tak seorang pun tidak ingin menjadi yang terbaik dan tak seorang pun yang tidak tahu bahwa keinginan itu dengan sendirinya menuntutnya untuk memberikan yang terbaik pula. Maka biarkanlah semuanya tumbuh, berkembang dan berbuah sesuai kerja dan usaha masing-masing. Tugas saya dalam hal ini bukan lagi menanam harapan-harapan baru, apalagi harapan pribadi saya, melainkan membantu mengusahakan terwujudnya harapan-harapan mereka sendiri dan bersama mereka pula. Terms & Conditions yang diberikan perusahaan bagi sales forces sudah cukup menantang setiap orang yang ingin berhasil. Saya tinggal menyesuaikannya dengan keadaan setempat dan kesepakatan bersama saja.

Jadi agen asuransi jiwa? Siapa takut!

Written by commvita

10 Februari 2010 at 12:22

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. DiTempat saya Bekerja sekarang ( PT Suzuki Indomobil Motor) banyak karyawan yang baru Diangkat. dan Pernah saya Ditawarkan teman menjadi Agent asuransi dari asuransi Prudiansial untuk Merekrut karyawan Yang baru diangkat masuk asuransi tersebut.Tetapi karena saya sekarang sudah jadi Nasabah Commonwealth alangkah baiknya jika saya menjadi Agent dari asuransi Commonwealth. Jadi dengan Ini saya Ingin menawarkan Diri ingin Menjadi Agent dari Asuransi Commonwealth. itupun kalau diterima. Atau lebih lanjut bisa Menghubungi saya Di 08128093922 or 02192959952. Dan saya juga Ingin tau Apa keuntungan saya Bila Menjadi Agent dari Asuransi Ini( bisa Dikirim ke Email saya Untuk Detailnya) terima Kasih.

    Yasper Siahaan

    2 April 2010 at 04:51


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: